Tag: Le Petit Prince

The Little Prince , Kacamata Seorang Anak Lugu Tentang Dunia

The Little Prince , Kacamata Seorang Anak Lugu Tentang Dunia

Le Petit Prince (The Little Prince) merupakan karya dari seorang penulis sekaligus jurnalis asal Prancis, Antoine de Saint-Exupéry. Jika dilihat dari sampul , novel ini memang terlihat sebagai buku dongeng untuk anak anak. Nyatanya , novel ini dikhususkan untuk orang dewasa karena mengajarkan banyak hal tentang kehidupan.

The Little Prince

Novel ini bercerita tentang kisah seorang anak yang menggambar ular sanca dengan perut besar karena sedang mencerna gajah. Anak ini bertanya kepada orang orang dewasa disekitarnya apakah gambar yang ia buat terlihat mengerikan atau tidak. 

Orang dewasa menjawab jika gambarnya tidak terlihat menakutkan sama sekali karena terlihat menyerupai sebuah topi. Orang orang dewasa ini menyarankan agar sang anak mengesampingkan gambarnya dan lebih memperhatikan ilmu bumi, sejarah, ilmu hitung, serta tata bahasa.

Ternyata ucapan orang dewasa ini menghilangkan semangat menggambar si anak. Ia menganggap bahwa orang dewasa sangatlah aneh , selalu butuh penjelasan, dan sangat tidak sejalan dengan pemikirannya. Dari tokoh anak kecil ini , sang penulis mencoba menjelaskan betapa sulitnya orang dewasa untuk dipahami.

Singkat cerita , si anak tumbuh dewasa dan menjadi seorang pilot. Ketika sudah tumbuh dewasa , ia sadar memiliki pemikiran yang sama dengan orang orang dewasa pada umumnya. Ketika sedang terbang , pesawatnya tiba tiba rusak dan terjatuh di tengah Gurun Sahara. Hal ini yang membuatnya harus bermalam di tempat itu.

Keesokan harinya , ia terkejut ketika ada pangeran kecil yang slot paling bagus membangunkannya dan meminta digambarkan seekor domba. Setelah dibuatkan gambar , si pangeran kecil ini malah menolaknya dengan berbagai alasan. 

Alhasil , sang pilot menggambarkan sebuah peti yang dilubangi dan mengatakan bahwa domba yang diinginkan pangeran kecil ada di dalamnya. Namun reaksi yang ditunjukan oleh si pangeran kecil membuat sang pilot terkejut. Si pangeran kecil merasa sangat gembira dan mengatakan bahwa gambar peti itu persis seperti apa yang ia inginkan.

Di hari berikutnya , sang pilot berusaha memperbaiki pesawatnya sementara pangeran kecil banyak bercerita. Si pangeran kecil ini bercerita bahwa dirinya bukan berasal dari bumi , melainkan dari planet yang sangat kecil. Ia bahkan bisa melihat matahari terbenam sebanyak 43 kali dalam sehari dari planetnya tersebut.

Dengan keluguannya, pangeran kecil juga bercerita mengenai bunga mawar kesayangan miliknya dan planet-planet lain yang sempat ia kunjungi sebelum akhirnya sampai ke bumi. Orang orang yang ia temui dari beberapa planet cukup Slot Online Gampang Menang merepresentasikan mayoritas orang dewasa masa kini , yaitu tergila-gila akan kekuasaan, senang dipuji, sering meluapkan depresinya dengan mabuk-mabukan, sibuk memperhitungkan apa yang ia punya dan apa yang ingin dia miliki, terpaku pada aturan, dan selalu sibuk dengan diktat tebal.

Walaupun terdengar konyol , namun sang pilot merasa sangat terhibur. Dari cerita tersebut , sang pilot sadar bahwa ia tak seharusnya memandang dunia sebagai tempat yang penuh aturan dan angka-angka saja. Dari kacamata seorang anak lugu, dunia adalah tempat yang penuh dengan keindahan, penuh cinta, dan penuh dengan hal-hal yang patut untuk disyukuri.

Dari novel ini , sang penulis coba menekankan bahwa menjadi dewasa itu bukan berarti menjadi terbiasa pula dengan segala hal. Kedewasaan seseorang tidak hanya terlihat dari dari kemampuan memahami ilmu ilmu , namun bisa didapatkan jika kita melihat dunia dengan polos dan apa adanya.